Dalam dunia e-commerce, pengembalian barang adalah hal yang umum terjadi. Rata-rata, sekitar 20% hingga 30% dari semua produk yang dipesan secara online dikembalikan, yang jauh lebih tinggi daripada tingkat pengembalian 8.89% yang terlihat di toko fisik. Perbedaan ini menyoroti tantangan yang dihadapi bisnis e-commerce karena faktor-faktor seperti ketidakpuasan terhadap produk, ukuran yang tidak sesuai, dan perbedaan antara produk dan deskripsi online-nya.
Tingkat pengembalian barang dapat sangat bervariasi di berbagai kategori produk. Misalnya, sektor pakaian dan busana mengalami tingkat pengembalian tertinggi, dengan angka yang cukup signifikan yaitu 26% di AS. Sebaliknya, kategori seperti perlengkapan hobi dan produk berkebun memiliki tingkat pengembalian yang jauh lebih rendah, sekitar 6%.
Memahami statistik ini sangat penting bagi bisnis e-commerce, karena dapat membantu mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Menawarkan pengembalian barang tanpa ribet adalah kuncinya, dengan 79% pelanggan mengharapkan pengiriman pengembalian gratis. Selain itu, 92% konsumen lebih cenderung melakukan pembelian berulang jika proses pengembalian mudah.
Untuk mengelola pengembalian secara efektif, banyak bisnis mengadopsi perangkat lunak dan strategi khusus untuk menyederhanakan proses, menjadikannya nyaman bagi pelanggan dan hemat biaya bagi bisnis.