Dalam pemenuhan e-dagang, beberapa jenis kemasan umum digunakan karena fleksibilitasnya, efektivitas biaya, dan kemampuannya melindungi produk selama pengiriman.
Kotak Bergelombang mungkin merupakan bentuk kemasan yang paling banyak digunakan. Kemasan ini ringan, kokoh, dan memberikan perlindungan yang baik terhadap guncangan dan faktor lingkungan. Kotak-kotak ini tersedia dalam berbagai gaya, termasuk Regular Slotted Containers (RSC), yang ekonomis dan cocok untuk pergudangan dan pengiriman umum.
Poli Mailer, yang juga dikenal sebagai kantong plastik, adalah pilihan populer lainnya. Kantong ini ringan, fleksibel, dan hemat biaya, sehingga ideal untuk pengiriman barang yang tidak mudah pecah seperti pakaian dan aksesori. Pada tahun 2022, kantong dan tas plastik menyumbang tentang 31.7% dari total berat kemasan plastik global dalam e-commerce.
Bubble Mailer menawarkan perlindungan tambahan dengan lapisan internal bungkus gelembung, sehingga cocok untuk mengirim barang kecil yang tidak mudah pecah seperti aksesori dan produk teknologi. Namun, sebaiknya tidak digunakan untuk produk yang mudah pecah atau berbahan dasar kertas yang mudah tertekuk.
Mailer Empuk memberikan perlindungan ekstra untuk barang-barang kecil dan mudah pecah dengan menambahkan bantalan tambahan seperti plastik gelembung atau kertas. Produk ini sering digunakan untuk pengiriman barang-barang bernilai tinggi atau barang-barang yang mudah pecah.
Pasar pengemasan e-commerce tumbuh dengan cepat, didorong oleh perluasan belanja online dan kebutuhan akan solusi pengemasan yang efisien. Pasar global dinilai sekitar $ 98.5 miliar 2024 dan diproyeksikan mencapai $ 264 miliar 2030, tumbuh pada CAGR sebesar 17.9%. Keberlanjutan menjadi semakin penting, dengan konsumen menuntut pilihan kemasan yang ramah lingkungan. Akibatnya, merek beralih ke bahan yang dapat didaur ulang, terurai secara hayati, dan dapat dijadikan kompos untuk memenuhi harapan ini.